08.01
0
oleh : Himawan Rifa'i

Sebentar bersamamu aku mengenal banyak hal…
Tentang kearifan seorang pemimpin yang juga pengasuh selalu berjuang tanpa mengenal lelah menghadapi santri-santrinya yang plural, juga sebagai martir persoalan ditengah-tengah masyarakat transisi menuju modern…
Tentang kesabaran seorang kiyai dan para dewan guru yang sangat dahsyat, yang se...lalu memberi semangat belajar kepada  anak didiknya yang slalu pede dengan jargonya “innamal a’malu bi niat” padahal sering tidak memakai seragam, yang selalu telat membayar SPP, suka tidur dikelas, tidak bersepatu, bahkan kadang memakai sarung, dan juga sering memandang rendah kepada guru mata pelajaran umum dengan santainya dan tanpa beban mengatakan “pelajaranya ga usah di piker….gak ditakokke nang ngalam kubur”, walo dengan hati teriris tetap menjalankan kewajibanya dengan sangat-sangat dan sangat sabar mentransformasikan nilai positif keilmuan kepada siswanya, bahkan konon kabarnya upah bulanannya sering dilupakan, benar-benar sebagai pejuang tanpa tanda jasa, GURU seperti itu hanya aku temukan di al-Iman. Jaza kumullahu ahsanal jaza’…..Amin…..
Tentang nilai kedisplinan yang tertera di ujung sajadah pengurus (keamanan) saat mulai membuka mata di pagi hari…..
Tentang kesabaran juga makna kebersamaan saat bercengkerama dengan ketel sebelum berangkat sekolah….(walo kadang bahkan sering dengan gaya sok jagoan berantem untuk mempertahankan hak siapa yang pake lengser duluan….)
Tentang tanggung jawab dengan harus rela berdiri sampai pelajaran usai saat tidak hafal satu hadits ataupun satu nadhom….
Tentang nilai persaudaraan dan persekawanan disela-sela kegiatan belajar.
Tentang nilai berbagi dan saling tolong-menolong kepada sesama saat tanggal tua (menunggu kiriman).
Tentang makna cinta, kerinduan juga keindahan akan ciptaan-Nya yang memancarkan sinar di matanya saat terlihat dari kejauhan…
Tentang arti persahabatan saat mendapatkan masalah…
Dan masih banyak lagi “tentang…tentang….” yang lain yang aku tak mampu mendeskripsikan dalam kata.

Al-Iman ku….
Mataku ini basah mengingatmu….
Hatiku bergetar mengenangmu….
Jiwa ini merindukan belaianmu….
Adakah kau merindukanku…

Wareng, 9 Desember 2010

0 komentar:

Posting Komentar

ingin berkomentar? Tapi Tidak punya akun apa-apa ? Gampang. Kliklah panah kecil sebelum atau sesudah menulis komentar. Kemudian pilihlah ID Name/URL. Isilah nama anda ( Diharapkan bila anda pernah berkomentar dengan menggunakan nama yang sama sebelumnya, karena akan terhitung di Top Komentator). Dan untuk kotak URL-nya kosongkan saja. Beres, tinggal klik Poskan Komentar. Maka komentar anda akan segera meluncur. Selamat mencoba dan terima kasih.