11.29
1
Oleh : Himawan Rifa'i


Cinta kita bergelimang nafsu....
Karena itu selalu mendatangkan suka duka, puas kecewa, nikmat sengsara....
Cinta kita menumbuhkan ikatan, menciptakan belenggu...
Cinta kita seperti jual beli di pasar. Kita membeli dengan pengorbanan diri, kesetiaan, penyerahan, untuk mendapatkan yang lebih menguntungkan, lebih menyenangkan, yaitu kesetiaannya, pengorbanannya, penyerahan dirinya, kesenangan-kesenangan yang kita nikmati darinya. Kalau semua itu tidak terdapat oleh kita sebagai "imbalan", maka cinta kitapun menguap ke udara dan tidak berbekas lagi, bahkan kadang kala berubah menjadi benci....
Cinta kita selalu menyembunyikan pamrih demi kesenangan diri sendiri. Adakah cinta tanpa pamrih? Adakah cinta yang tidak mengandung pengajaran kepentingan diri sendiri? Adakah cinta yang tidak menimbulkan ikatan, yang memberi kebebasan? Dapatkah kita manusia memiliki cinta kasih seperti itu ?

1 komentar:

ingin berkomentar? Tapi Tidak punya akun apa-apa ? Gampang. Kliklah panah kecil sebelum atau sesudah menulis komentar. Kemudian pilihlah ID Name/URL. Isilah nama anda ( Diharapkan bila anda pernah berkomentar dengan menggunakan nama yang sama sebelumnya, karena akan terhitung di Top Komentator). Dan untuk kotak URL-nya kosongkan saja. Beres, tinggal klik Poskan Komentar. Maka komentar anda akan segera meluncur. Selamat mencoba dan terima kasih.