23.11
2

By : Wakhid Santoso
Mengapa...aku terlakhir seperti ini"Kata sebuah tempayan yg sudah retak"
Seandainya aku menjadi sebuah tempayan yang utuh, pasti pak tukang kebun akan merasa bangga dengan ku"lanjutnya"
Jangan bersedih wahai tempayan,,,,,,," kata tukang kebun"
Karena mendengar perkataan tukang kebun, hati tempayam menjadi agak tenang dari pada sebelumnya.
Namun kesedihan sang tempayan kembali muncul saat ia di gunakan oleh tukang kebun untuk mengambil air di pegunungan.karena saat tiba di tempat tujuan sang tempayam retak hanya mampu menghasilkan air setengah saja. lain halnya dengan tempayam yang utuh mampu menghasilkan air penuh.
Wahai tempayan mengapa engkau bersedih......."kata tukang kebun"
seperti yang pernah saya katakan pak kebun " jawabnya"
Coba kamu lihat sepanjang jalan ini yang sebelah kiri " kata tukang kebun "
itu semua adalah hasil kerjamu......."lanjut tukang kebun "
jangan bersedih karena kamu tak mampu membawakan air penuh untukku....hanya karena kamu pecah, namun tanpa kamu sadari sepanjang jalan yang kita lewati sebelah kiri menjadi indah karena terhiasi oleh bermacam bunga yang indah, itu semua adalah karena kamu pecah, dan menyirami saat kamu melewatimya......

RABBANA MA KHOLAQTA HADZA BATHILA
"Tuhan tak penah menciptakan sesuatu yang tak ada manfaatnya"

2 komentar:

  1. INsya ALLAH KIta pasti berguna ESMANGAT AND DJAngan MENJERAH,,,,,,,

    BalasHapus
  2. YOOOOOOOi kang tak ada yang sia -sia di bumi ini. dan kita pasti punya kekurangan,,,,,tapi jangan karena kita menjadi tampayan pencah and minder,,,,,,,,kita pasti berguna

    BalasHapus

ingin berkomentar? Tapi Tidak punya akun apa-apa ? Gampang. Kliklah panah kecil sebelum atau sesudah menulis komentar. Kemudian pilihlah ID Name/URL. Isilah nama anda ( Diharapkan bila anda pernah berkomentar dengan menggunakan nama yang sama sebelumnya, karena akan terhitung di Top Komentator). Dan untuk kotak URL-nya kosongkan saja. Beres, tinggal klik Poskan Komentar. Maka komentar anda akan segera meluncur. Selamat mencoba dan terima kasih.