20.48
1
Lengkapnya, Korup Hambangun Praja Memayu Ajuring Bangsa. Artinya, apabila korupsi masih mengiringi langkah  membangun sebuah negara sama halnya dengan mengupayakan kehancuran bangsa. Enggak usah jauh-jauh, mari kita lihat negeri kita tercinta Indonesia Raya. Negeri yang dibangun diatas tumpukan jasad para pejuang kemerdekaan, negeri yang berdiri diatas genangan keringat dan darah para pahlawan, negeri  yang dikelilingi arwah korban-korban pemberontakan, negeri yang penuh dengan cita-cita luhur tapi sayang kini berangsur-angsur menuju hancur!
Tidak menutup mata bahwa masih ada upaya-upaya untuk tetap lurus membawa Indonesia ke puncak cita-cita luhur sebagaimana niat ingsun para leluhur. Tapi semangat korup hambangun praja saat ini terus menggerogoti jiwa-jiwa munafik bangsa Indonesia. (munafik dalam arti tidak dapat dipercaya, tidak menepati janji, tidak amanah). Bagaimanapun harus diakui, populasi penduduk negeri lumayan meningkat cukup tinggi, akibatnya tentu saja kompetisi hidup makin tajam sehingga tidak jarang harus berbaku hantam antar sesama, menerjang dan menendang teman, menikam sanak saudara, menelan anak sendiri agar tetap bertahan hidup di negeri yang orang-orangnya suka melanggar aturan yang dibuatnya sendiri.
Mari sedikit melirik salah satu dari ribuan contoh bagaimana prosesi Korup Hambangun Praja melenggang di negeri ini. Taruhlah pemerintah melalui musrenbang ( musyawarah rencana pembangunan ) telah memutuskan untuk membangun gedung sekolah, tepatnya menambah ruang kelas dengan nominal misalnya 100 juta. Keputusan itu pun harus melalui persetujuan Komisi C dari DPRD setempat, sementara orang-orang yang duduk di Komisi C sudah menyiapkan orang-orangnya sebagai pelaksana (kontraktor) pembangunan kelas baru tersebut. Pelaksana sendiri memiliki asosiasi yang mana dalam asosiasi pelaksana terdapat puluhan kontraktor.
Permainan dimulai ketika kontraktor yang berminat sebagai pelaksana pembangunan tersebut melobi Komisi C agar perusahaannya direkomendasikan ke pimpinan proyek (pimpro) yang ditunjuk pihak pemerintah. Ada negosiasi dibawah meja berapa persen yang akan didapat oknum komisi C apabila si kontraktor mendapatkan proyek tersebut. Berikutnya ketika lelang proyek digelar, sesama kontraktor peminat proyek melalui asosiasinya sudah mengadakan koordinasi siapa yang bakal menjadi pemenang proyek, artinya si pemenang harus sanggup menyisihkan sekian persen dari nilai proyek yang ditenderkan sebagai pembanding dalam lelang agar kelihatan wajar.
Permainan masih berlanjut, perusahaan taruhlah CV pemenang tender selanjutnya mengadakan koordinasi secara internal dan eksternal. Internalnya melingkupi perusahaan-perusahaan outsurcing sehubungan dengan pekerjaan proyek, dan disitu juga terjadi negoisasi jumlah persen dari nilai proyek. Eksternalnya, kontraktor segera mengkondisikan orang-orang yang duduk di lokasi proyek yakni kepala sekolah beserta jajarannya. Lagi-lagi si kontraktor harus pandai negoisasi dengan mereka dalam bentuk persen pula agar pelaksanaan pembangunan tidak dipersulit.
Bila dihitung-hitung secara kasar, nilai proyek yang 100 juta itu, bisa jadi sampai 40% untuk memuluskan proses pemenangan proyek dalam meladeni birokrasi sampai pelaksanaan proyek selesai. Sayangnya tidak berhenti sampai disitu saja, ketika tukang-tukang dan para mandor proyek melaksanakan tugas, tidak sedikit yang melakukan manipulasi bahan bangunan. Sehingga besar kemungkinan nilai proyek yang 100 juta tadi berkurang 40% untuk urusan birokrasi, 10% untuk membungkam orang-orang dilokasi, 10% tercecer di lapangan sehubungan dengan pengadaan bahan bangunan, terus berapa persen keuntungan kontraktornya?. Jangan heran bila kualitas pembangunan kelas tadi jauh dari harapan. Enggak perlu curiga bila dalam sesaat bangunan lekas porak poranda, karena memang kualitas bangunan hanya hebat dalam laporan hitam diatas putih saja.
Sekali lagi contoh diatas hanya gambaran diagram kasar Korup Hambangun Praja dari ribuan contoh lainnya dengan bidang yang bermacam-macam pula, tentu saja akurasinya dalam standar kurang lebih.  Berikut prosentase tiap titik juga beraneka macam sesuai kebutuhan, bisa lebih kecil dan bahkan bisa lebih besar. Wong kenyataannya ada banyak proyek pembangunan fiktif, artinya dilaporan ada catatan pelaksanaan pembangunan tapi dilapangan ternyata nol.
Tanya kenapa?  sumber
Dikirim Oleh Anang Esbe

1 komentar:

  1. HY> situasi yang digambarkan penulis agak berbeda dengan negeri anti tuhan ( komunis ) china . dalam catatan sejarahnya bisa menepis korupsi di negrinya. sekarang china menjadi kekuatan ekonomi dunia telah menggeser jepang. siapa yang salah? agamakah faktornya atau ekonomi kah itu? perlu dicari jawabanya.

    saya bayangkan sistem politik kita sekarang semua orang bisa mencalonkan diri sebagai Bupati, dengan biaya milyaran. padahal biaya itu kalau dikalkulasi selama jabatanya tidak bisa ditutupi oleh gajinya kelak. belum lagi kalau kabupaten itu pendapatan daerahnya defisit. kapan bisa membnagun? ironisnya untuk membayar pendukungnya ada seorang bupati muslim/santri berani menjual perekrutan PNS satu orang PNS harganya bisa 75 Juta hanya sebagai guru SD.

    BalasHapus

ingin berkomentar? Tapi Tidak punya akun apa-apa ? Gampang. Kliklah panah kecil sebelum atau sesudah menulis komentar. Kemudian pilihlah ID Name/URL. Isilah nama anda ( Diharapkan bila anda pernah berkomentar dengan menggunakan nama yang sama sebelumnya, karena akan terhitung di Top Komentator). Dan untuk kotak URL-nya kosongkan saja. Beres, tinggal klik Poskan Komentar. Maka komentar anda akan segera meluncur. Selamat mencoba dan terima kasih.