19.51
6


Oleh : Edy Humaidi
Akhir akhir ini makin sering terjadi aksi bom bunuh diri dan memunculkan pro kontra,Lebih lebih lagi Amerika menuding Islam di balik semua itu,ironisnya sebagian negara negara di dunia (tak terkecuali negara yg mayoritas berpenduduk muslim) terkesan mengamini tudingan itu.....dan masyarakat umum pun memahaminya seperti itu,hal ini dapat di ma'lumi...lha wong mayoritas pelaku bom bunuh diri memang orang islam.....Ini yg sangat di sayangkan,dan perlu di luruskan,Islam yg "Rohmatan lil'alamin" kok malah umatnya ada yg suka "Ngeboman lil'alamin"...Ini pasti ada yg salah...bisa jadi salah pemahaman,atau salah pergaulan...dalam memahami arti 'jihad'(dengan cara bunuh diri).  ....Saya menemukan rujukan (tulisan dari teman)

dalam Kitab mausu'ah alfiqhiyah.juz.6.hal 285– 286  :

ﺍﻻﻧﺘﺤﺎﺭ ﺣﺮﺍﻡ ﺑﺎﻻﺗﻔﺎﻕ ﻭﻳﻌﺘﺒﺮ ﻣﻦ ﺍﻛﺒﺮ ﺍﻟﻜﺒﺎﺋﺮ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮﺍ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﺘﻰ ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻻ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻭﻗﺎﻝ ﻭﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮﺍ ﺍﻧﻔﺴﻜﻢ ﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺎﻥ ﺑﻜﻢ ﺭﺣﻴﻤﺎ ﻭﻗﺪ ﻗﺮﺭ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺍﻥ ﺍﻟﻤﻨﺘﺨﺮ ﺍﻋﻈﻢ ﻭﺯﺭﺍ ﻣﻤﻦ ﻗﺎﺗﻞ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻫﻮ ﻓﺎﺳﻖ ﻭﺑﺎﻍ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﺣﺘﻰ ﻗﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻻﻳﻐﺴﻞ ﻭﻻﻳﺼﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﺎﻟﺒﻐﺎﺓ ﻭﻗﻴﻞ ﻻﺗﻘﺒﻞ ﺗﻮﺑﺘﻪ ﺗﻐﻠﻴﻈﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻤﺎ ﺍﻥ ﻇﺎﻫﺮ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺧﻠﻮﺩﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻣﻨﻬﺎ ﻗﻮﻟﻪ ﻣﻦ ﺗﺮﺩﻯ ﻣﻦ ﺟﺒﻞ ﻓﻘﺘﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻬﻮ ﻓﻲ ﻧﺎﺭ ﺟﻬﻨﻢ ﻳﺘﺮﺩﻯ ﻓﻴﻬﺎ ﺧﺎﻟﺪﺍ ﻣﺨﻠﺪﺍ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﺑﺪﺍ

"Bunuh diri adalah harom dengah kesepakatan para ulama’ dan dipandang dosa yang paling besar setelah syirik kepada Allah. 


Allah berfirman ( artinya ): 

“Janganlah kalian semua membunuh jiwa yang diharomkan oleh Allah kecuali dengan jalan yang haq”,

dan firman Allah ( artinya ) :
“Janganlah kalian membunuh dirimu sendiri sesungguhnya Allah maha penyayang terhadap kamu semua”.

Para Fuqoha’ menetapkan bahwa orang yang melakukan bunuh diri lebih besar dosanya dari pada orang yang memerangi orang lain, dan dialah orang fasiq dan menganiaya dirinya, hingga sebagian ulama’ mengatakan bahwa dia tidak dimandikan dan disholati sebagaimana para pembangkang. Ada pendapat lain bahwa dia tidak diterima taubatnya karna memberatkan atas kesalahannya sebagaimana dlohirnya sebagian hadits menunjukkan keabadiannya dalam neraka.

Apakah bunuh diri dengan mengatas namakan 'jihad' bisa di terima oleh syariat?...

Dalam halaman:285–286,masih di kitab yg sama dikatakan:

ﺛﺎﻧﻴﺎ ﻫﺠﻮﻡ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ ﻋﻠﻰ ﺻﻒ ﺍﻟﻌﺪﻭ:11 ﺍﺧﺘﻠﻒ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻓﻰ ﺟﻮﺍﺭ ﻫﺠﻮﻡ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﺣﺪﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺪﻭ ﻣﻊ ﺍﻟﺘﻴﻘﻦ ﺑﺎﻧﻪ ﺳﻴﻘﺘﻞ ﻓﺬﻫﺐ ﺍﻟﻤﺎ ﻟﻜﻴﺔ ﺍﻟﻰ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻗﺪﺍﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﺼﺪﻩ ﺍﻋﻼﺀ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻗﻮﺓ ﻭﻇﻦ ﺗﺄﺛﻴﺮﻩ ﻓﻴﻬﻢ ﻭﻟﻮ ﻋﻠﻢ ﺫﻫﺎﺏ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻼ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺫﻟﻚ ﺍﻧﺘﺤﺎﺭﺍ– ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ–ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻟﻮ ﻋﻠﻢ ﻭﻏﻠﺐ ﻋﻠﻰ ﻇﻨﻪ ﺍﻧﻪ ﻳﻘﺘﻞ ﻟﻜﻦ ﺳﻴﻨﻜﻰ ﻧﻜﺎﻳﺔ ﺍﻭ ﺳﻴﺒﻠﻰ ﺍﻭ ﻳﺆﺛﺮ ﺃﺛﺮﺍ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺘﻬﻠﻜﺔ ﺍﻟﻤﻨﻬﻲ ﻋﻨﻪ ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻻ ﺗﻠﻘﻮﺍ ﺑﺄﻳﺪﻳﻜﻢ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺘﻬﻠﻜﺔ–ﺍﻟﻰ ﺍﻥ ﻗﺎﻝ– ﻛﺬﻟﻚ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻌﺮﺑﻰ ﻭﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻋﻨﺪﻯ ﺟﻮﺍﺯﻩ ﻵﻥ ﻓﻴﻪ ﺍﺭﺑﻌﺔ ﺍﻭﺟﻪ ﺍﻻﻭﻝ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺸﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﺜﺎﻧﻰ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﻨﻜﺎﻳﺔ ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ﺗﺠﺮﺋﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ ﺿﻌﻒ ﻧﻔﻮﺱ ﺍﻵﻋﺪﺍﺀ ﻟﻴﺮﻭﺍ ﺍﻥ ﻫﺬﺍ ﺻﻨﻊ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﻤﺎ ﻇﻨﻚ ﺑﺎﻟﺠﻤﻴﻊ


"Kedua masuknya seseorang pada barisan musuh. Para Fuqoha’ berselisih pendapat tentang bolehnya seorang diri kaum muslimin masuk kebarisan pasukan musuh dengan keyakinan dia akan terbunuh. Ulama’ madzhab Maliki berpendapat bahwa boleh seorang muslim mendatangi pasukan kafir dalam jumlah banyak apabila bertujuan meninggikan kalimah Allah dan dia mempunyai kekuatan dan persangkaan adanya pengaruh dikalangan orang-orang kafir walaupun dia yakin akan kehilangan nyawa, maka yang demikian itu tidak dianggap bunuh diri.– sampai perkataan Mushonnif- demikian pula jika ia yakin dan menyangka dengan kuat bahwa ia akan dibunuh akan
tetapi dia akan benar-benar dapat 
"MENGALAHKAN/ MENGHANCURKAN/ MENIMBULKAN PENGARUH YANG DAPAT DI AMBIL MANFAAT OLEH KAUM MUSLIMIN."


Tindakan seperti ini tidak dipandang mencampakkan diri pada kebinasaan yang dilarang oleh firman Allah ( artinya) :

“ Janganlah kalian mencampakkan dirimu pada kehancuran“.


sampai perkataan Mushonnif- Ibnul ‘Arobi berkata : yang shohih menurut saya tindakan tersebut boleh karna mengandung empat aspek :

(1) Mengharapkan mati syahid
(2)Adanya kemenangan
(3) Memberanikan umat Islam melawan orang kafir dan
(4) melemahkan mental musuh.



Seandainya empat aspek tersebut (syarat syarat di atas) tidak terpenuhi...maka bukan 'syahid yang didapatinya,tapi mati sangit yang di perolehnya. Akhirnya saya akhiri tulisan ini dengan sebuah hadits dari Abdulloh bin Amr ra berkata Rosululloh bersabda,yg artinya: Barang siapa membunuh orang yang telah mengadakan perjanjian damai,tidaklah dia mencium bau surga,dan sesungguhnya baunya akan dijumpai selama perjalanan empat puluh tahun. (HR.Bukhari,2930)
 wallahu a'lam bishshowwab.

*kitab Mausu'ah alfiqhiyah *Catatan Masaji antoro

6 komentar:

  1. kalo bomber2 mau baca ini pasti tambah semangat ngebom wong kadung karep....... malah merasa semakin mantap

    BalasHapus
  2. Edy humaidy8 Mei 2011 09.21

    P.Anang@ maka saya postkan ibaroh diatas...yg perlu kita pahami dengan benar...bisa jadi bomber2 itu memang berlandaskan ibaroh2 semacem diatas...tetapi dgn pemahaman yg disesuaikan dgn kepentingan dan hawa nafsu mereka sendiri....

    BalasHapus
  3. ngopo yo kang kok ada orang yang seperti itu.........

    BalasHapus
  4. Kang Wakhid@ yo ada....keyakinan dan pemahaman org kan beda2....pa lgi kalw udah di cuci otaknya

    BalasHapus
  5. Bombunuh diri pertamakali
    dalam sejarah abad ke-20
    dipelopri kelompok
    Hisbullah. Dari sinilah dimulai
    babak baru yang
    dihembuskan (kalangan
    Amerika Serikat dan
    sekutunya) sebagai
    terorisme internasional.
    Hizbullah mengemas aksi
    bom bunuh diri itu dengan
    interprestasi pembelan
    agama , jihad dan syadid.
    Dari Hizbullah inilah lahir
    pengebom-pengebom
    bunuh diri kelas satu.
    Dalamsejarah Indonesia,
    serangan aksi bunuh diri
    pernah terjadi pada 1900-an
    saat pasukan Belanda
    menumpas perlawanan
    bersenjata ulama Aceh.
    Belanda menyebutkan Aceh
    Moord. Yakni bunuh diri ala
    Aceh. Modusnya, mereka
    nekat membunuh orang
    Belanda, walaupun disadari,
    bahwa dia juga akan mati
    saat itu.

    BalasHapus
  6. Bombunuh diri paling
    heroik dalam sejarah
    kemerdekaan bangsa
    Indonesia pada 1945
    dilakukan oleh Muhammad
    Toha di Bandung Selatan
    dengan meledakkan dirinya
    di gudang mesiu demi
    melemahkan kekuatan
    Belanda. Peristiwa ini yang
    dikenal dengan “Bandung
    Lautan Api.”
    Nasionalisme Dibalut Agama
    Masyarakatumum
    memahami serangan bom
    bunuh diri sebagai tindakan
    yang dimotivasi ajaran
    agama tertentu. Hal ini dapat
    dimaklumi. Sebab, akhir-
    akhir ini berita yang
    berkembang di publik
    sebagian besar pelaku bom
    bunuh diri adalah orang
    Islam. Tetapi kalau dicermati
    lebih dalam, bom bunuh diri
    bukanlah tindakan
    mengatasnamakan agama,
    tetapi justru disebabkan
    oleh faktor nasionalisme.
    Datainternasional
    menyebutkan, bahwa
    peristiwa bom bunuh diri
    hingga tahun 2000
    menunjukan, urutan
    pertama dilakukan pasukan
    Macan Tamil, yang
    berperang untuk
    memisahkan diri dari Sri
    lanka.
    Diurutan kedua kelompok
    Hamas. Kelompok ini
    berjuang demi suatu negara
    Palestina. Tidak berbeda
    dengan Macan Tamil,
    nasionalisme menjadi motor
    utama yang membuat
    mereka rela mengorbankan
    jiwanya. Nasionalisme
    Hamas dibalut dengan unsur
    jihad dan syahid dalam
    interpretasi radikal. Hal
    serupa juga terjadi di
    Afhganistan. Nasionalisme
    tumpah menjadi darah dan
    diinterpretasikan dari sisi
    agama , hingga perlawanan
    berubah menjadi perang
    melawan kaum kafir.

    BalasHapus

ingin berkomentar? Tapi Tidak punya akun apa-apa ? Gampang. Kliklah panah kecil sebelum atau sesudah menulis komentar. Kemudian pilihlah ID Name/URL. Isilah nama anda ( Diharapkan bila anda pernah berkomentar dengan menggunakan nama yang sama sebelumnya, karena akan terhitung di Top Komentator). Dan untuk kotak URL-nya kosongkan saja. Beres, tinggal klik Poskan Komentar. Maka komentar anda akan segera meluncur. Selamat mencoba dan terima kasih.