10.24
1
MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN
Dosen Pembimbing: M. Nur choliq, M.Pd
Oleh: A. Qomarudin

I.          PENDAHULUAN
Sebagai salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan, lembaga pendidikan sudah selayaknya memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Apabila lembaga pendidikan dianalogikan sebagai mesin produksi, maka kualitas output akan ditentukan oleh kualitas mesin tersebut. Artinya, pengelolaan pendidikan yang bermutu tidak terlepas dari fungsi-fungsi manajemen secara umum yaitu: Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pengarahan (Directing) dan Pengendalian (Controlling). Fungsi-fungsi manajerial tersebut hendaknya dilakukan oleh setiap pengelola lembaga pendidikan secara efektif dan efisien, dan secara khusus pimpinan atau kepala merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya lembaga pendidikan.
Pendidikan yang bermutu merupakan standar kesesuain tampilan (performance) terhadap atribut-atribut yang dianggap penting oleh para pelanggan/pengguna jasa pendidikan. Atribut-atribut mutu tersebut hendaknya diketahui oleh penyelenggara lembaga pendidikan, sehingga dalam operasional kegiatan dapat mengacu pada kepentingan mutu pelanggan. Karena kegiatan pendidikan di sekolah adalah sebagai salah satu bentuk pelayanan jasa (service) yang memiliki bentuk proses yang sirkuler bukan linier atau sekedar jual beli.
Dengan demikian, sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mengemban tugas yang tidak ringan, sangat diperlukan sistem manajerial yang baik dalam semua segi yang ada di dalamnya. Sedangkan dalam makalah yang singkat ini, Penulis hanya akan menjelaskan tentang manajemen yang berkaitan dengan pemasaran dalam lembaga pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar lembaga pendidikan mampu menjadi salah satu bentuk pelayanan jasa yang benar-benar memiliki suatu bentuk proses yang sirkuler di era globalisasi ini. Beberapa hal terkait dengan manajemen pemasaran yang akan Penulis jelaskan adalah (a) pengertian manajemen pemasaran pendidikan, (b) tujuan dan fungsi pemasaran pendidikan, (c) proses manajerial dalam pemasaran pendidikan, dan (e) elemen pokok dalam pemasaran pendidikan. Selain beberapa hal terkait juga akan Penulis lengkapi dengan study kasus yang mengambil objek di salah satu lembaga pendidikan nonformal yaitu bimbingan belajar Primagama cabang Malang yang ada di Jl. Semanggi Timur Kav. 4 No. 4 Malang.
II.       PEMBAHASAN
A.    Pengertian Manajemen Pemasaran Pendidikan
Dijelaskan dalam kamus besar bahasa indonesia mengenai arti manajemen, yaitu 1 penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; 2 pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Sedang pemasaran adalah perihal berupa proses, cara, perbuatan yang menyangkut penyebarluasan barang dagangan (barang atau jasa) dari produser kepada konsumen. Sedangkan manajemen pemasaran adalah manajemen dengan sistem yang berpegang pada hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang pemasaran.[1]
Sedangkan yang dimaksud dengan kata manajemen pemasaran yang dijelaskan dalam buku Joseph L. Massie (1985: 215) adalah kata pemasaran dapat didefinisikan hasil aktifitas bisnis yang mengarahkan arus barang dan jasa dari produsen kepada konsumen yang mencakup pembelian, penjualan, transportasi, pergudangan, standarisasi, tingkatan, finansing, dan risiko. Sedangkan manajemen pemasaran adalah bidang manajemen perusahaan yang menyangkut keputusan dan kebijaksanaan yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran dari perusahaan.[2]
Sedangkan yang dimaksud pendidikan dalam SISDIKNAS adalah
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”[3]

dan jika dilihat dari segi manajemen pemasaran, pendidikan sendiri dapat dikatakan sebagai produk jasa yang merupakan sesuatu tidak berwujud akan tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang dapat diproses dengan menggunakan atau tidak menggunakan bantuan produk fisik, dan proses yang terjadi merupakan interaksi antara penyedian jasa dengan pengguna jasa yang memiliki sifat tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemimpinan.[4]
Dengan demikian dapat penulis simpulkan bahwa yang dimaksud dengan manajemen pemasaran pendidikan adalah manajemen dengan sistem yang berlandaskan pada hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional dalam sebuah lembaga pendidikan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang pemasaran yang berorientasi pada konsumen.
B.     Tujuan dan Fungsi Pemasaran Pendidikan
Untuk menentukan tujuan maupun fungsi dari pemasaran pendidikan, tentunya tidak akan dapat terlepas dari pengertian yang telah disampaikan di atas. Adapun beberapa tujuan dari pemasaran pendidikan adalah (1) memberi informasi kepada masyarakat tentang produk-produk lembaga pendidikan, (2) meningkatkan minat dan ketertarikan masyarakat pada produk lembaga pendidikan, (3) membedakan produk lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan yang lain, (4) memberikan penilaian lebih pada masyarakat dengan produk yang ditawarkan, dan (5) menstabilkan eksisensi dan kebermaknaan lembaga pendidikan di masyarakat.[5] Jadi, yang ingin dicapai dari pemasaran pendidikan adalah mendapatkan pelanggan yang disesuaikan dengan target, baik itu yang berkaitan dengan kualitas maupun kuantitas dari calon pelanggan[6] (siswa).
Sedangkan fungsi dari pemasaan pendidikan adalah sebagai langkah pembaharuan ketika sebuah lembaga pendidikan harus mengikuti atau mengimbangi ketatnya persaingan dalam memperoleh pelanggan (customer).[7] Jadi, pemasaran pendidikan berguna sebagai suatu langkah dalam mengimbangi posisi pendidikan di era persaingan global.

C.     Proses Manajerial Pemasaran Pendidikan
1.      Perencanaan
Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam membuat perencaan pemasaran adalah:
a.       Menentukan visi, misi, tujuan umum, dan tujuan khusus lembaga pendidikan
b.      Menganalisis ancaman dan peluang eksternal[8] lembaga pendidikan
c.       Mengetahui kecenderungan “kondisi pasar” sekaligus menentukan calon siswa yang akan dipilih lembaga pendidikan.[9]
2.      Pelaksanaan
Satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemasaran adalah memperhatikan variabel-variabel[10] yang dapat menarik minat pelanggan.[11]
3.      Pengendalian
Hal ini diperlukan untuk pecapaian sebuah kontrol yang baik, karena lembaga pendidikan sangat memerlukan informasi-informasi yang akurat dan memadai. Kemudian informasi yang telah didapatkan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kontrol dan evaluasi.[12] Muhaimin, et al. (2010: 109) mengutip dari Drucker, 1990 mengatakan bahwa ada 3 jenis kontrol yang dapat dilakukan oleh organisai nirlaba seperti suatu lembaga pendidikan yaitu (a) rencana kontrol tahunan, meliputi monitoring pada kinerja pemasaran yang berlangsung untuk meyakinkan bahwa volume penjualan tahunan dan keuntungan yang ditargetkan. Alat utamanya adalah analisis penjualan, analisis pangsa pasar, analisis anggaran pemasaran, dan penelusuran sikap pasar; (b) kontrol profitabilitas, yaitu determinasi profitabilitas yang aktual dari pemasaran yang telah dilakukan, dan akhirnya dapat diidentifikasi titik-titik kelemahan dalam pelaksanaan pemasaran. Misalnya kesesuaian layanan dengan kebutuhan di masyarakat, segmen pasar, saluran promosi, dsb; (c) audit pemasaran, bertujuan menganalisis tujuan pemasaran, strategi, dan sistem yang diadaptasi secara optimum dan lingkungan tujuan pemasaranyang telah diramalkan.

D.    Elemen Pokok Pemasaran Pendidikan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lembaga pendidikan agar suatu lembaga pendidikan dapat laku dipasarkan, yaitu: (1) ada produk sebagai suatu komoditas, (2) produknya memiliki standar, spesifikasi, dan kemasan, (3) memiliki pangsa/ sasaran yang jelas, (4) memiliki jaringan dan media, (5) tenaga pemasar. Selain beberapa hal tersebut, juga ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam melakukan promosi, yaitu: (1) komunikasi personal dan interpersonal (telemarketing, customer service & training, word of mouth), (2) periklanan, (3) promosi penjualan, (4) publisitas/ hubungan masyarakat, (5) peralatan intruksional, (6) corporate design.[13]
Sedangkan mengenai beberapa elemen yang perlu diperhatikan dalam pemasaran pendidikan, ada sedikit perbedaan anatara lembaga pendidikan yang sudah memiliki image yang bagus di masyarakat (sekolah favorit) dengan lembaga pendidikan yang dikatakan tidak mempunyai image. Untuk lembaga yang sudah memiliki image dalam implementasi pemasaran pendidikan hanya memerlukan planning yang dapat menyempurnakan keberadaan sekolah tersebut. hal ini dapat dilakukan dengan improvement quality yang berkesinambungan dengan inovasi sebagai terobosan baru dalam mengantisipasi permintaan dunia kerja sebagai relevansi pendidikan.[14]
Sedangkan dengan lembaga pendidikan yang tidak mempunyai image, dalam pemasaran pendidikannya akan lebih banyak lagi tahapannya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi 7P, yaitu:
P1: Product, yaitu variabel strategi akademik yang berimplikasi pada peningkatan mutu akademik dan sosio kultural yang berimplikasi pada peningkatan nilai-nilai budaya, olahraga, seni, religi, moral, dsb.
P2: Price, yaitu elemen yang akan berjalan sejalan dengan mutu product.
P3: Place, yaitu penentuan lokasi lembaga pendidikan dengan didasarkan pada kemudahan untuk dicapai oleh kendaraan umum, lingkungan yang kondusif, dsb.
P4: Promotion, yaitu suatu bentuk komunikasi (informasi) antara produser dengan konsumen dalam pemasaran.
P5: Peope, yaitu menyangkut peranan pemimpin dan civitas akademik dalam meningkatkan citra lembaga.
P6: Phisical evidence, yaitu bentuk fisik dari penyediaan penyampaian jasa atau sarana prasarana yang mendukung proses penyampaian jasa pendidikan sehingga akan membantu tercapainnya janji lembaga kepada pelanggannya
P7: proses, yaitu elemen yang paling menentukan output dari lembaga pendidikan yang dapat berupa kualitas penyampaian jasa pendidikan.[15]











E.     Study kasus
Primagama adalah suatu Lembaga Bimbingan Belajar yang lahir di kota pelajar (Yogyakarta) pada tanggal 10 Maret 1982 dan berkantor Pusat di Yogyakarta.[17] Dengan slogan “terdepan dalam prestasi” Primagama sudah berkiprah di dunia pendidikan selama 29 tahun dengan pengalaman yang diikuti dengan perbaikan dan penyesuaian kebutuhan pendidikan di Indonesia.[18] Untuk cabang yang ada di Malang ada 2 tempat yaitu Jl. Wr. Supratman No. 6 Malang (sebelah RS Lavalet) dan Ruko Semanggi Timur Kav. 4 No. 4 Malang, dan study kasus yang penulis lakukan adalah wawancara di Ruko Semanggi Timur dengan 2 karyawan yang ada di sana, yaitu Soraya Mei Lina + 5 bulan di sana dan Ivonia Ayu Ferany + 1 tahun di sana. Selain itu, data-data yang ada juga di lengkapi dengan brosur dan data dari Internet. Wawancara Penulis lakukan pada hari Kamis, 23 Juni 2011 pada pukul 12.30-13.15 WIB.
Sesuai dengan data yang kami peroleh, mengenai proses manajerial yang ada, tentunya tetap masih dalam pengawasan pusat dan tidak dapat terlepaskan, dan terkait dengan pemasaran yang ada di Primagama adalah diserahkan ke bagian marketing. Ada beberapa cara yang dilakukan dalam melakukan promosi yaitu dengan brosur, internet, televisi, datang ke sekolah, dan product sample. Sedang strategi untuk meningkatkan minat dari pelanggan, primagana melakukan program MAFIA TARU (Matematika Fisika tanpa rumus) dan Conversation Class on The English Day (English by Practice). Selain slogan “terdepan dalam prestasi”, primagama juga memiliki ciri khusus dalam metode belajarnya yaitu “Smart Solution”(S: Simple, M: Mind, A: Apllicable, R: Rational, dan T: Trick). Dengan disesuaikan pangsa pasar, tentunya primagama terus melakukan pengembangan-pengembangan program dan inovasi-inovasi seperti acara try out, bedah soal, dsb.
Terkait dengan harga yang diberikan oleh primagama pada konsumen adalah disesuaikan dengan pasar (masyarakat) yang ada di sekitarnya, dengan diberikan harga standar dari pusat. Harga yang diberikan untuk masyarakat Malang adalah Reguler Class (semua jenjang) dan Sunday Class (kelas 6/9/12) adalah Rp. 2.875.000,-/ tahun, 2 in 1 Class (kelas 6/9/12) adalah Rp. 3.175.000,-/ tahun. Untuk yang 2 in 1 Class ada program bulanan yang biayanya Rp. 800.000,- sampai dengan Rp. 1.000.000,-. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas yang berkaitan dengan proses pembelajaran, primagama memberikan konsep pembelajaran REC (Remidial, Enrichment, dan Consulting/konsultasi belajar), dan untuk implementasi “total mendampingi belajar siswa” dilakukan dengan konsep problem solving. Secara statistik pelanggan yang ada di Primagama Ruko Semanggi Timur Malang selama 2 tahun terakhir ini meningkat. Dapat disampaikan oleh sumber wawancara bahwa pada 2 tahun yang lalu sekitar ada 120 siswa dan untuk 1 tahun kemarin ada sekitar 150 siswa.
Selain beberapa hal di atas, terkait dengan phisical evidence primagama memberikan sarana berupa buku paket primagama, try out setiap bulan, raport, dsb. Contoh mengenai manjerial pemasaran yang ada di Primagama adalah adanya perencanaan try out, maka perlu dijelaskan kapan, di mana, dan sasaran, dan dalam pelaksanaan try out tersebut dilakukan penyebaran brosur, dan setelah selesai acara dilakukan controling dengan melihat pelanggan, dapat dilakukan dengan cara; apakah ada pelanggan yang mendaftaran diri atau tidak?

III.    PENUTUP
1.      Simpulan
Dilihat dari jalur dalam menyelenggarakan suatu pendidikan, kelompok layanan pendidikan membagi pendidikan menjadi 3 jalur yaitu formal, nonformal, dan informal. Namun, dari ketiga jalur tersebut yang terlembagakan atau terorganisasikan hanya pendidikan formal dan nonformal. Karena sifatnya yang sudah terorganisir, maka dalam pengelolaannya diperlukan manajerial yang baik sehingga yang menjadi tujuan dalam proses pembelajaran di lembaga tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sedangkan untuk menghadapi masa depan lembaga pendidikan di era globalisasi saat ini, baik yang terkait dengan kualitas atau kuantitas, sangat diperlukan manajemen pemasaran (promosi) pendidikan yang dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk tetap dapat menarik pelanggan (customer) dalam memilih lembaga pendidikan yang tepat.

2.      Daftar rujukan
Brosur Primagama Malang Program Sukses Tahun 2011-2012
http://www.primagama.co.id/index.php
Ignatius Hadisoeprobo. 1985. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Erlangga., diterjemahkan dari Joseph L. Massie. 1979. Essentials of Management.
KBBI offline versi 1.1 freeware 2010 by Ebta Setiawan.
Menurut Mujamil Qomar. 2007. Manajemen Pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga.
Muhaimin, et al. 2010. “Manajemen Pendidikan” Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan. Jakarta: Kencana.
Sisdiknas. pdf
Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta.


[1] KBBI offline versi 1.1 freeware 2010 by Ebta Setiawan.
[2] Ignatius Hadisoeprobo. 1985. Dasar-dasar Manajemen. Jakarta: Erlangga. Hlm 215, diterjemahkan dari Joseph L. Massie. 1979. Essentials of Management. 3th edition.
[3] Sisdiknas. pdf
[4] Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Cet. 1. Hlm 335.
[5] Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Hlm 348.
[6] Menurut Mujamil Qomar, (2007: 200) pelanggan dalam lembaga pendidikan terdiri dari 2 jenis pelanggan internal dan pelanggan eksternal (pelanggan primer, sekunder, dan tersier). Pelanggan internal terdiri dari guru, pustakawan, laboran, teknisi, dan tenaga administrasi. Sedangkan pelanggan eksternal yang primer adalah siswa, sekunder adalah orang tua, pemerintah, dan masyarakat, tersier adalah pemakai atau penerima lulusan, baik lembaga pendidikan yan lebih tinggi atau dunia usaha.
[7] Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Hlm 348.
[8] Muhaimin, et al (2010: 103) mengutip pendapat Kotler & Andreasen (1987), menjabarkan lingkungan ekstrernal menjadi 4 hal: (a) lingkungan publik yaitu kelompok atau organisasi yang tertarik pada kegiatan lembaga, (b) lingkungan kompetitif yaitu lembaga lain yang bersaing untuk mendapatkan perhatian atau loyalitas dari kelompok sasaran, (c) lingkungan makro yaitu kekuatan fundamental berskala besar yang membentuk peluang dan ancaman terhadap lembaga tersebut, (d) lingkungan pasar yaitu kelompok dan organisasi yang bekerja sama dengan lembaga tersebut untuk mencapai visi dan misi mereka.
[9] Muhaimin, et al. 2010. “Manajemen Pendidikan” Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan. Jakarta: Kencana. Edisi 1. Cet 2. Hlm 102-103.
[10] Ada variabel yang dapat dikontrol (kurikulum; lokasi pelayanan; komunikasi dengan siswa, alumni, donatur, atau komunikasi lain yang terkait dengan praktik promosi; besarnya biaya) dan ada yang tidak dapat dikontrol (budaya, kondisi ekonomi, dan kecenderungan sosial).
[11] Muhaimin, et al. 2010. Hlm 104.
[12] Muhaimin, et al. 2010. Hlm 108.
[13] Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Hlm 348.
[14] Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Hlm 348.
[15] Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Hlm 349.
[16] Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Hlm 346.
[17] http://www.primagama.co.id/index.php
[18] Brosur Primagama Malang Program Sukses Tahun 2011-2012

1 komentar:

  1. terus psting info2 yg bermanfaatnya gan
    senang bisa berkunjung ke blog anda
    terimakasih banyak

    BalasHapus

ingin berkomentar? Tapi Tidak punya akun apa-apa ? Gampang. Kliklah panah kecil sebelum atau sesudah menulis komentar. Kemudian pilihlah ID Name/URL. Isilah nama anda ( Diharapkan bila anda pernah berkomentar dengan menggunakan nama yang sama sebelumnya, karena akan terhitung di Top Komentator). Dan untuk kotak URL-nya kosongkan saja. Beres, tinggal klik Poskan Komentar. Maka komentar anda akan segera meluncur. Selamat mencoba dan terima kasih.