14.21
0


Oleh : Edi Bahtiar Baqir
Dalam sebuah riwayat dituturkan bahwa seorang perempuan mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa sebuah selimut yang ia jahit untuk dihaturkannya kepada Rasulullah SAW. Dan Rasulullah SAW pun menerimanya karena memang beliau membutuhkan sebuah selimut.
Pada suatu hari Rasulullah SAW mengenakannya sebagai surban. Pada saat yang sama ada seorang sahabat yang mengagumi surban Rasulullah SAW seraya berkata, “Alangkah bahagianya jika engkau wahai Rasulullah berkenan memberikan surban itu untukku.” Rasulullah SAW pun memberikan surban itu kepada si Fulan. Para sahabat yang tahu akan hal itu, kemudian menanyakan maksud si Fulan meminta surban Rasulullah SAW dengan nada sinis. “Wahai Fulan, bukankah engkau tahu bahwa Rasulullah membutuhkan surban itu? Dan bukankah engkau tahu bahwa Rasulullah tidak pernah menolak permintaan orang lain? Lalu mengapa engkau tega meminta surban Rasulullah?” Si Fulan menjawab, “Aku meminta surban ini bukan untuk memperindah penampilanku tetapi agar kiranya surban itu kelak nanti menjadi kain kafanku, karena aku ingin mengambil barokah dari surban itu”.
Kalau kita renungkan cerita di atas, sebenarnya cukup mengilhami masyarakat sekarang yang sering mengambil berkah dari kelambu penutup ka’bah, makam para wali, dan sebagainya. Bahkan sampai-sampai baju seorang publik figur, semisal selebritis, diperebutkan sebagai kenang-kenangan dalam sebuah lelangan. Kenyataan yang sangat mengherankan jika pakaian show dikenakan Krisdayanti dilelang dengan harga 75 juta. Subhanalloh….