14.17
0
Allah selalu menyejajarkan dua hal dalam satu ayat al-Qur’an, yaitu (1) perintah menunaikan shalat dan perintah membayar zakat, (2) perintah untuk taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, dan (3) perintah untuk bersyukur kepada Allah dan kedua orang tua. Ketiganya terformulasikan dalam petikan ayat berikut : aqimu as-shalah wa atu az-zakah, athi’u allah wa athi’u ar-rasul, dan anisykurly wa liwalidaik
Amal shalat tidak akan diterima jika tidak disertai menunaikan zakat. Begitu juga taat kepada Allah tidak sempurna jika tidak dibarengi dengan taat kepada Rasulullah saw. terakhir, syukur kepada Allah tidak akan berguna jika tidak bersyukur kepada kdua orang tua.
Terkait dengan hal tersebut, ada riwayat tentang kisah seseorang bernama Alqamah yang menderita sakit ketika sakaratul maut. Ketika ditalqin (dituntun untuk melafadkan kalimah-kalimah dzikir), ia tidak mampu mengucapkan kalimah-kalimah thoyyibah tersebut. Padahal semasa hidupnya, ia tergolong orang yang taat beribadah dan banyak melakukan amal shaleh. Hal inilah yang membuat para penjenguk heran sehingga istrinya menghadap kepada Rasulullah saw.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah saw. bertanya akan keberadaan ibu Alqamah. Ternyata ibu Alqamah sudah tidak mengakuinya sebagai anak dengan alasan Alqamah telah mengecewakannya karena selalu mengutamakan istri daripada sang ibu.
Akhirnya, Rasulullah saw mengutus untuk membakar Alqamah karena dianggap sebagai orang kafir. Mendengar hal tersebut, ibu Alqamah merasa iba sehingga pintu maafnya terbuka untuk Alqamah. Seketika itu juga Alqamah bias melafadzkan kalimah thoyyibah lalu menghembuskan nafas terakhir.
Cerita di atas menggambarkan betapa kepentingan orang tua harus didahulukan dan betapa pentingnya berbakti kepada orangtua (birrul walidain) sehingga nyawa pun tidak mau lepas saat kita durhaka kepada mereka.