21.28
0


Oleh : Edi Bakhtiar
Sejarah menginformasikan tentang kisah umat terdahulu, dimana ada diantara mereka orang yang yang berlumuran dosa. Ya’ni  ia telah menghabisi 99 jiwa, meski demikian ia tidak putus asa sehingga ia bermaksud untuk bertaubat. Dan ketika maksud taubat ini disampaikan kepada seorang rahib, ia menegaskan bahwa dosa sebesar itu tidak bisa diampuni Allah. Lantaran ia kecewa dengan jawaban  tersebut, ia justru membunuh rahib tersebut.sehingga genap 100 jiwa yang ia habisi. Namun tampaknya keinginan dia untuk bertaubat tidak padam sehingga maksud taubat ini di sampaikan kepada orang ‘alim dan rupanya inilah jawaban yang ia nantikan. Orang ‘alim tersebut menegaskan bahwa Allah berkenan menerima taubat hamba-Nya sebesar apapun selama ia mau kembali bertaubat kepada-Nya. Kemudian ia di suruh untuk meninggalkan kampung halamannya yang tidak baik guna menuju daerah yang lebih religi dengan harapan ia bisa rajin ibadah bersama-sama penduduk setemat
Namun disaat ia menuju daerah yang religi ini ia wafat di tengah perjalanan. Kematian ini menjadi pro konta antara malaikat ‘azab dan malaikat rahmat. Singkat cerita akhirnya ada malaikat yang menjelma sebagai manusia dan ia menyarankan agar mengukur perjalanan sang pentaubat tadi. Ternyata setelah pengukuran dilaksanakan ia lebih dekat dengan daerah yang ia tuju. Sehingga malaikat rahmatlah yang menang dan akhirnya surgalah tempat tinggalnya. Demikianlah pengembaraan sang pentaubat dalam mencari ampunan-Nya.