15.28
0


Ayat 9 QS. Al-Hasyr di atas adalah bentuk kongkrit akan pujian Allah terhadap sikap solidaritas social para sahabat Anshor yang terabadikan dalam al-Qur’an. Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah SAW kedatangan seseorang (tamu), sementara Rasulullah dalam kondisi sulit (tidak mempunyai sesuatu untuk menjamu tamu beliau). Oleh karena itu, beliau mengajak tamu tersebut untuk ke rumah istri-istri beliau. Dan jawaban kesemua istri beliau sama, yaitu mereka hanya memiliki persediaan air. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menawarkan kepada para sahabat Anshor, “Siapa yang siap menerima tamuku pada malam hari ini?” Mendengar tawaran Rasulullah tersebut, salah seorang sahabat Anshor langsung menjawab, “Saya Rasul.” Kemudian ia mengatakan kepada istrinya agar ia menjamu tamu Rasulullah ini. Namun ternyata sang istri tidak mempunyai apapun kecuali persiapan makanan untuk anak-anak mereka. Kemudian suaminya berkata, “Bujuklah mereka dengan mainan dan kalau mereka meminta makanan, maka tidurkanlah mereka dan nanti kalau tamu tersebut sudah datang, maka matikanlah lampu dan perlihatkan kepada mereka bahwa kita juga ikut makan bersama mereka.” Akhirnya ketika sang tamu datang, istrinya langsung mematikan lampu dan mereka semua duduk untuk menyantap hidangan yang sangat terbatas tersebut. Sepasang suami istri itu memperdengarkan dentingan sendok dan piring. Dan sang tamu pun memakan hidangannya tanpa segan-segan. Kemudian di pagi harinya hal ini disampaikan kepada Rasulullah SAW seraya menanggapinya, “Sungguh Allah sangat kagum dan ridho atas kebaikan kalian terhadap tamuku tadi malam.”
Demikianlah pengorbanan sahabat Anshor atas tamu Rasulullah SAW. Semoga kita bisa meneladani cerita di atas sehingga kita selalu menghormati semua tamu yang berkunjung ke rumah kita dengan memberikan hidangan yang layak dan sanggup mengorbankan kepentingan diri dan keluarga atas orang lain yang lebih membutuhkan. Amien……