00.13
0
Latar belakang masalah
Ada suatu masjid, imamnya tidak dicocoki jama'ah sebab bacaanya tidak benar, tapi ada hadits nabi لاَصَلاَةَ لِجَارِ اْلمَسْجِدِ إِلاَّ فىِ اْلمَسْجِدِ ) )

Soal:
Bagaimana sikap terbaik bagi orang yang tahu akan hal itu? Mohon petunjuk ! dan bagaimana meyikapi hadits tersebut?

Jawab:
Berhubung sholat jama'ah dengan imam yang bacaannya tidak benar maka sholatnya tidak sah, maka sebaiknya kedua belah pihak diberikan pengertian, kemudian ta'mir masjid memilih imam yang tepat.
Tentang hadits tersebut diatas, maksudnya bahwa sholat fardlu dan sesamanya bagi tetangga masjid dengan melaksanakan  di dalamnya memiliki keutamaan tersendiri.

Referensi:
Hamisy ianatu tholibin juz 2 hal 43

Ahkamu sulthoniyyah hal 102
وَلاَ قُدْوَةُ قَارِئٍ بِأُمِّىٍّ وَهُوَ مَنْ يُخِلُّ بِالْفَاتِحَةِ أَوْ بَعْضَهَا وَلَوْ بِحَرْفٍ مِنْهَا بِأَنْ يَعْجِزَ عَنْهُ بِالْكُلِيَّةِ أَوْ عَنْ إِخْرَاجِهِ مِنْ مَخْرَجِهِ أَوْ عَنْ أَصْلِ تَشْدِيْدٍ وَإِنْ لَمْ يُمْكِنْهُ التَّعَلُّمُ وَلاَ عِلْمَ بِحَالِهِ ِلأَنَّهُ لاَ يَصْلُحُ لِتَحْمِلَ الْقِرَاءَةِ عَنْهُ لَوْ أَدْرَكَهُ رَاكِعًا.
وَأَمَّا اْلمَسْجِدُ اْلعَامِّيَةُ الَّتِى بَيْنَهَا أَهْلُ الشَّوَارِعِ وَاْلقَبَائِلِ فىِ شَوَارِعِهِم وَقَبَائِلِهِمْ فَلاَ اعْتِرَاضَ لِلسُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ فىِ أَئِمَّةِ مَسَاجِدِهِمْ وَتَكُوْنُ اْلإِمَامَةُ فِيْهَا لِمَنْ اتَّفَقُوْا عَلَى الرِّضَا بِإِمَامَتِهِ إِلَى أَنْ قَالَ ........وَلَيْسَ لَهُمْ بَعْدَ رِضَاهُمْ بِهِ أَنْ يَسْتَخْلِفُوْا مَكَانَهُ نَائِبًا عَنْهُ وَيَكُوْنُ أَهْلُ اْلمَسْجِدِ أَحَقَّ بِاْلإِخْتِيَارِ.
Dan tidak (sah) mengikutnya orang yang pandai membaca dengan (0mam yang )ummy.
Ummy adalah orang yang merusak bacaan fatihah atau sebagiannya meskipun satu huruf, seperti dia tidak mampu sama sekali membacanya atau mengelurkan huruf-hurufnya dari makhrajnya atau dari pokok tasydidnya dan tidak memungkinkan baginya untuk belajar dan tidak ada pengertian tentang keadaan si ummy, karena dia (si ummy) tidak patut menanggung bacaan orang yang pandai dalam membaca fatihah apabila dia (orang yang pandai dalam membaca fatihah) menemui si ummy dalam keadaan ruku’.
Adapun masjid umum yang biasa dugunakan oleh penduduk kampung dan orang yang lewat melintasinya pada jalan-jalan mereka dan kampung-kampung mereka maka tidak ada perlawanan bagi penguasa atas mereka dalam masalah imam di masjid mereka, dan imam pada masjid mereka adalah orang yang mereka sepakati dan mereka rela atas ke-imam-mannya….hingga pengarang berkata: Dan tidak boleh bagi mereka -setelah mereka rela atas seorang imam tersebut- untuk menggantikannya dengan pengganti yang menempati kedudukannya, dan penduduk masjid lebih berhak untuk memilih.

Tahqiqul qoul hal 19
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " لاَصَلاَةَ لِجَارِ اْلمَسْجِدِ إِلاَّ فىِ اْلمَسْجِدِ " ( رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِى وَالْبَيْهَقِى عَنْ جَابِرْ وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ).
وَهَذَا اْلحَدِيْثُ مَحْمُوْلٌ عَلَى الْفَرِيْضَةِ وَمَا أُلْحِقَ ِبهَا فَفِعْلُهَا فىِ اْلمَسْجِدِ أَفْضَلُ وَمَا عَدَا ذَلِكَ فَفِعْلُهُ فىِ اْلَبيْتِ أَفْضَلُ مِنْ فِعْلِهِ فىِ الْمَسْجِدِ كَذَا أَفَادَهُ الْعَزِيْزِىُّ.  

Dan Rasulullah r bersabda: Tidak sempurna shalatnya tetangga masjid kecuali di masjid (HR. Imam daruqutni, Baihaqi dari sahabat Jabir dan Abi Hurairah ra.)